Tuesday, April 17, 2007

Lembar Pengalamanku

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Setelah kita sepakat dengan hasil seleksi 10 sekolah yang akan mengikuti program "Kami Bicara". Maka langkah selanjutnya adalah penyeleksian siswa yang akan mewakili masing-masing sekolahnya. Untuk itu, kita membagikan formulir essay yang kita namakan "Lembar Pengalamanku". Lembar ini dibagikan kepada seluruh siswa, terutama kelas I dan kelas II atau kalo sekarang ini disebut kelas X dan kelas XI. "Lembar Pengalamanku" ini berisi tentang profil siswa, seperti: apa yang mereka sukai dan tidak disukai disekolah, kegiatan apa yang paling mereka gemari saat sedang sama teman-temannya, dan terakhir pengalaman menarik mereka di sekolah yang dipikir perlu untuk dibagi sama teman-teman. Berdasarkan dari lembar itulah, kita kemudian memutuskan siapa yang terpilih mewakili teman-teman di sekolahnya untuk menyampaikan uneg-uneg mereka tentang sekolah, lewat Video Diary. Jujur, sama sekali bukan hal yang mudah untuk memilih ide-ide yang kira-kira menarik untuk dibuat Video Diary, karena banyak sekali ide-ide ide luar biasa yang keluar lewat tulisan-tulisan teman-teman. Setelah pertimbangan yang lama terpilihlah seluruhnya 58 ide dari 10 sekolah terpilih.

Penasaran, seperti apa sih ide-ide ajaib dari teman-teman? Nah, dibawah ini adalah cuplikan dari essay yang mereka tulis di "Lembar Pengalaman" mereka masing-masing:

SMUN 1 Semanu Gunung Kidul



- Wiwik Surtini (X)
"Kira-kira sembilan tahun yang lalu, di tanah seluas 120mx150m dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk berkebun tebu. Tetapi karena kecamatan Semanu tidak ada satupun Sekolah Menengah Atas, maka pemerintah daerah mendirikan sebuah sekolah Menengah atas di Semanu yang diberi nama SMUN 1 Semanu."

- Deni Yulianti (XI IPA)
"Selama ini yang kita lihat kalau kajian/pengajian kan mesti ada di Mesjid dan apasti ada uztad yang berbicara panjang lebar. tapi kita bikin kajian itu tidak mesti di di Mesjid dan uztad nggak mesti monoton berbicara."

- Yuniarti (X C)
"Setiap pulang sekolah, orangtuaku selalu mengeluh, kata-katanya meremehkan sekolahku. Bagi mereka sekolah itu tidak penting.. Setiap hari selalu begitu, walaupun kadang aku mulai lelah, tapi aku harus bertahan."

- Nur Diah (XI)
"Waktu pelajaran Biologi, gurunya kesal karena aku dan teman-teman berdiskusi sendiri, akhirnya kami disuruh membuat surat pernyataan yang ditandatangangi oleh guru BP. Waktu minta tanda tangan rasanya pengen nangis, karena baru pertama kali masuk."

- Dina Christinawati (X B)
"Waktu aku dihukum oleh kakak-kakak kelas aku sangat marah dan berkata dalam hati; 'besok jika aku menggantikan posisi mereka aku juga akan menghukum adik-adik kelas.." Tapi setelah hukuman itu berlalu, aku sadar kalau aku membalas pada adik-adik kelas, mereka besok pasti juga akan seperti aku (membalas kekesalan mereka)"

- Yuana (XI IPS 2)
"Gue nggak ngerti deh dengan sekolahan gue, kenapa sih setiap semester setiap tahun ada aja siswa sini yang hamil."